0102030405
[Serial] Proses pencetakan injeksi polipropilena (PP)
2025-08-08
PP, yang umumnya dikenal sebagai polipropilena, juga dikenal sebagai "plastik berlipat" karena ketahanan retaknya yang sangat baik. PP adalah plastik termoset semi-kristalin transparan yang dicirikan oleh ketangguhan tinggi, kekuatan dielektrik yang baik, penyerapan air rendah, suhu deformasi panas tinggi, kepadatan relatif rendah, dan ukuran butir besar. Pengisi yang dimodifikasi biasanya meliputi serat kaca, pengisi mineral, dan karet vulkanisir termoset.
Likuiditas PP untuk berbagai tujuan sangat bervariasi. Likuiditas PP untuk penggunaan umum berada di antara ABS dan PC.
1. Larutan plastik
PP murni transparan, berwarna putih gading, dan dapat diwarnai dengan berbagai macam warna. Pewarnaan PP standar Pencetakan Plastik Mesin biasanya membutuhkan masterbatch. Beberapa peralatan memiliki elemen peleburan terpisah untuk meningkatkan efisiensi senyawa dan juga dapat diwarnai dengan pigmen. Produk untuk penggunaan luar ruangan biasanya menggunakan pengental UV dan pengisi karbon hitam. Penggunaan pelet daur ulang tidak boleh melebihi 15%, jika tidak akan mengakibatkan penurunan kekuatan dan perubahan warna.pencetakan injeksi PP Secara umum tidak memerlukan perlakuan pengeringan khusus sebelum diproses.

2. Penggunaan mesin plastik
Tidak ada persyaratan khusus untuk itu. Pencetakan Injeksi Karena PP memiliki kristalinitas yang tinggi, disarankan menggunakan mesin cetak injeksi terkomputerisasi dengan tekanan injeksi tinggi dan kontrol multi-tahap. Gaya penjepit umumnya diatur pada 3800 t/m², dan volume injeksi 20%-85% sudah cukup.
3. Desain cetakan dan gerbang
Suhu cetakan harus 50-90°C, dengan suhu yang lebih tinggi digunakan untuk spesifikasi yang lebih tinggi. Suhu inti harus setidaknya 5°C lebih rendah dari suhu cetakan. Diameter saluran pengisi (runner) harus 4-7mm, dan gerbang berbentuk pin harus memiliki panjang 1-1,5mm, dengan diameter sekecil 0,7mm. Panjang minimum gerbang sudut harus sekitar 0,7mm, dengan kedalaman setengah ketebalan dinding dan lebar dua kali ketebalan dinding, yang secara bertahap meningkat seiring dengan aliran lelehan di dalam inti. Cetakan harus memiliki sifat ventilasi yang baik, dengan lubang ventilasi sedalam 0,025-0,038mm dan setebal 1,5mm. Untuk menghindari bekas jepitan, gunakan saluran pengisi (sprue) yang besar dan membulat serta saluran pengisi melingkar. Ketebalan rusuk harus minimal (misalnya, 50-60% dari ketebalan dinding). Produk yang terbuat dari homopolimer PP tidak boleh melebihi ketebalan 3mm, jika tidak akan terbentuk gelembung (tabung berdinding tebal hanya boleh menggunakan kopolimer PP).

4. Suhu leleh
Titik leleh PP adalah 160-175℃, dan suhu pelarutannya adalah 350℃, tetapi pengaturan suhu selama proses injeksi tidak boleh melebihi 275℃, dan suhu bagian leleh paling baik berada pada 240℃.

5. Tingkat injeksi
Untuk mengurangi tekanan termal dan deformasi, injeksi kecepatan tinggi harus digunakan, tetapi beberapa jenis PP dan cetakan injeksi tidak cocok (gelembung dan tanda udara akan muncul). Jika permukaan berpola memiliki pola batas terang dan gelap yang memanjang dari gerbang, injeksi kecepatan rendah dan suhu cetakan yang lebih tinggi harus digunakan.
6. Peleburan-kondensasi
Tekanan kondensasi leleh 5 bar dapat digunakan, dan tekanan kondensasi material granular berwarna dapat ditingkatkan secara tepat.
7. Injeksi dan penahanan tekanan
Gunakan tekanan injeksi yang lebih tinggi (1500-1800 bar) dan tekanan penahan (sekitar 80% dari tekanan injeksi). Beralihlah ke tekanan penahan pada sekitar 95% dari langkah penuh, dan gunakan waktu penahanan yang sangat lama.
8. Proses pasca-pengolahan produkUntuk menghindari penyusutan dan deformasi yang disebabkan oleh pasca-kristalisasi, produk umumnya perlu direndam dalam air mendidih.










