Leave Your Message

Penjelasan mikroskopis tentang tegangan internal dalam pencetakan injeksi

04-09-2025
Sederhananya, tegangan internal adalah tegangan yang seimbang secara timbal balik yang ada di antara molekul-molekul dalam suatu produk ketika tidak ada gaya eksternal yang bekerja padanya. Anda dapat membayangkannya sebagai sepotong plastik yang ditarik atau diperas dari segala arah oleh tangan-tangan tak terlihat.

Dari perspektif mikroskopis, ini terutama berkaitan dengan "pembekuan paksa" rantai polimer (blok bangunan dasar plastik, seperti tumpukan spageti) selama pendinginan cepat dan proses pencetakanSecara spesifik, hal ini dapat dibagi menjadi dua kategori:
1. Esensi Mikroskopis: Dua Jenis Stres Internal
(1). Stres yang Diinduksi Aliran atau Orientasi Molekuler
Proses mikroskopis: Selama Pencetakan Injeksi Dalam proses ini, plastik cair disuntikkan ke dalam rongga cetakan dengan kecepatan tinggi melalui gerbang dan saluran sempit di bawah tekanan tinggi. Gaya geser yang kuat ini menyebabkan rantai polimer yang awalnya kusut meregang dan berorientasi searah aliran (seperti kerumunan yang kacau tiba-tiba diperintahkan untuk berbaris dan berlari ke satu arah).
manufaktur cetakan
Efek pembekuan: Ketika lelehan bersentuhan dengan dinding cetakan yang dingin, material permukaan langsung mendingin dan mengeras. Laju pendinginan ini sangat cepat sehingga rantai polimer yang baru saja diregangkan dan diorientasikan tidak sempat kembali ke keadaan semula yang melengkung dan rileks secara alami, dan "membeku" dalam keadaan terorientasi.
Pembentukan Tegangan: Rantai molekuler yang membeku bertindak seperti pegas yang diregangkan, menyimpan energi potensial elastis dan sangat ingin kembali ke keadaan melengkungnya. Namun, rantai tersebut terikat erat oleh rantai molekuler di sekitarnya yang juga membeku, sehingga mencegahnya untuk kembali ke keadaan semula. Hal ini menciptakan tegangan tarik inheren searah aliran. Efek orientasi ini menjadi lebih jelas pada produk yang lebih tebal dan perbedaan laju pendinginan yang lebih besar antara permukaan dan inti.
Proses mikroskopis: Ketika plastik mendingin dari keadaan cair (misalnya, di atas 200°C) ke suhu ruangan, ia mengalami penyusutan termal yang signifikan. Namun, pendinginan produk ini tidak merata. Penyusutan yang tidak merata terjadi ketika permukaan produk pertama kali bersentuhan dengan cetakan, mendingin dan mengeras dengan cepat, mempertahankan volume yang relatif konstan. Sementara itu, material inti di dalam produk terus mendingin dan menyusut.

Tegangan terjadi ketika material inti ingin berkontraksi, tetapi lapisan luar yang mengeras (kulit) bertindak seperti "pengikat," mencegahnya berkontraksi dengan bebas. Hasilnya adalah inti yang ditarik oleh kulit dan mencegahnya berkontraksi sepenuhnya, sehingga berada dalam tegangan; sementara kulit diperas oleh inti, sehingga berada dalam kompresi. Ini seperti pai panas: kerak luar mendingin dan mengeras terlebih dahulu, sementara isian di dalamnya terus mendingin dan berkontraksi. Pada akhirnya, isian menarik kerak ke arah tengah, menyebabkan retakan (jika tegangannya terlalu besar).

bagian injeksi

2. Masalah yang disebabkan oleh stres internal
(1). Lengkungan: Setelah produk ditempatkan dalam jangka waktu tertentu, rantai molekul beku di dalamnya akan perlahan mengendur dan tegangan akan secara bertahap dilepaskan, menyebabkan produk terpelintir, bengkok, dan mengalami perubahan bentuk lainnya.
(2). Keretakan: Terutama di dekat gerbang atau di area konsentrasi tegangan (seperti sudut tajam), ketika tegangan internal melebihi batas kekuatan material itu sendiri, produk akan retak atau bahkan pecah.
(3). Ketidakstabilan Dimensi: Produk dengan tegangan internal akan mengalami perubahan ukuran yang halus dari waktu ke waktu, sehingga tidak dapat memenuhi persyaratan perakitan presisi tinggi.
(4). Penurunan ketahanan kimia: Tegangan internal akan menyebabkan “celah mikro” di dalam material. Ketika bersentuhan dengan bahan kimia seperti pelarut dan minyak, “retak tegangan” kemungkinan akan terjadi, mempercepat kerusakan.
(5). Dampak pada sifat optik: Untuk produk transparan (seperti polistirena PS, polikarbonat PC), tegangan internal akan menyebabkan bias ganda dan mempengaruhi keseragaman optik.
3. Cara mengurangi stres internal (dimulai dari penyebab mikroskopis)
(1). Sesuaikan parameter proses: Tingkatkan suhu cetakan untuk memperlambat pendinginan, sehingga rantai molekuler memiliki lebih banyak waktu untuk rileks dari keadaan terorientasi kembali ke keadaan melengkung alaminya. Kurangi kecepatan dan tekanan injeksi untuk mengurangi gaya geser, sehingga mengurangi derajat orientasi rantai molekuler. Tingkatkan suhu leleh untuk meningkatkan fluiditas leleh, sehingga memudahkan rantai molekuler untuk bergerak dan terurai (tetapi suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan degradasi).

bagian cetakan plastik

(2). Desain produkHindari perubahan ketebalan dinding yang tajam dan gunakan transisi yang halus (seperti transisi lengkung) agar laju pendinginan seuniform mungkin.
(3). Desain cetakanOptimalkan desain dan posisi pintu air untuk mengurangi hambatan aliran.
(4). Pasca-perlakuan: Annealing: Produk ditempatkan dalam oven di bawah suhu distorsi panasnya (biasanya 10-20°C lebih rendah) selama jangka waktu tertentu, diikuti dengan pendinginan lambat. Proses ini setara dengan "mencairkan" rantai molekul beku, memungkinkan mereka untuk mendapatkan energi yang cukup untuk bergerak dan mengatur ulang diri mereka sendiri ke keadaan alami yang lebih stabil dan berenergi lebih rendah, secara efektif menghilangkan tegangan internal.